Hati Yang Terluka


Al-kisah dari suatu pertemanan seorang shahabat yang berujung pada kesalah pahaman yang belum sempat bermuhalalah diantara mereka. Dari alkisah ini semoga bermanfaat khususnya bagi penulis, dan bagi meraka yang mengalami peristiwa serupa termasuk bagi para pembaca dapat mengambil hikmah dari peristiwa tersebut. Sebab dibalik Al-Kisah ini tersirat betapa sedihnya kedua belah pikannya. (Pihak yang di tinggal anggap aja bernama Ahmad, dan yang terluka anggap aja bernama Anissa Liya Fitriya). Begitu pula yang ditinggal turut merasakan bagaimana dukanya Anissa Liya Fitriya yang ia kagumi ketika harus menanggung luka dari suatu pemberitaan pikah lain yang melibatkan Ahmad, sehingga sahabatnya pergi tanpa kabar dengan membawa luka yang mendalam. Setelah menyadari kepergian dia membawa luka  mendalam dia bawa dengan tanpa saling memaafkan dan bermuhalalah satu sama lainnya. Padahal semua pemberitaan sepihak tersebut tidak benar adanya.

Kesedihan Ahmad tersirat dari sebuah tulisan sebuat surat untuknya yang ga bisa ia sampaikan untuknya. Adapun gambaran suratnya sebagai bahan untuk bermuhasabah kita adalah sebagai berikut:

Assalaamu a’laikum wa rahmattu allahi wa barakatuh.

De Nissa Liya Fitriya pertama2 maafkan Ahmad karena baru bisa kirim pesan setelah Ahmad kehilangan Tablet beberapa minggu yang lalu. Ini pun setelah Ahmad tau dari confirmasi link tablet dgn  BB yang  inti pesannya menyatakan De Nissa Liya Fitriya, telah memutuskan pertemanan Ahmad, dan yang paling mengejutkan Ahmad bahwa De Nissa Liya Fitriya telah mendapat pesan dari seseorang yang pasti membuat De Nissa Liya Fitriya, terluka. Karena itu Ahmad Mohon dengan sangat De Nissa Liya Fitriya, memahaminya bahwa Itu semua tidak benar. Dari awal Ahmad atau De Nissa Liya Fitriya, pasti sepaham kita memperluas pertemanan fb itu semata karena Allah swt dalam menjalin silaturahim antar sesama muslim dalam bertukar wawasan “tawa shauu bilhaqq wa tawa shauu bish shabri”, kalau pun nantinya Allah menghendaki lain pasti itu “Kun fayakun” karena Allahlah yang menghendaki hal tersebut, kita sebagai hambanya tak akan kuasa tuk menghindarinya.

Namun atas putusnya silaturahim ini sangat Ahmad sayangkan kenapa harus berakhir seperti ini, dan yang paling membuat Ahmad prihatin bahkan sampai saat ini Ahmad ga bisa tenang selalu dihantui rasa yang sulit tuk digambarkn dengan kata-kata atas  kecewa dan terlukanya De Nissa Liya Fitriya, dari sini Ahmad merasakannya. Ahmad sangat khawatir ini menjadi hijab / terhalangnya ampunan Allah swt atas hilangnya maaf yang mungkin De Nissa Liya Fitriya ga rela memaafkan atas dosa-dosa Ahmad yang pernah De Nissa Liya Fitriya rasain selama ini. Ahmad sangat menyadari atas dosa yang telah Ahmad perbuat selama ini. Ahmad pun menyadari “habblum minallah” tuk  ampuna Ilahii Rabbi sangat mudah didapati asalkan telah diampuni sesamanya “Habblum minnannas”, namun ampunan dan maaf dari sesama itulah yang sangat sulit untuk didapatkan karena harus adanya keikhlasan tuk saling memaafkan diantara mereka. Apalagi atas kecewa dan terlukanya De Nissa Liya Fitriya sangat tipis tuk bisa mengampuni Ahmad saat ini.

Namun jika De Nissa Liya Fitriya sampai ga memaafkan dengan keikhlasan (karena dah terlanjur terluka) bagi Ahmad pasti diterima dengan ikhlas lillahi ta a’laa asalkan semua luka dan kecewa De Nissa Liya Fitriya dapat terhapus karenanya. Ahmad teramat paham lukanya De Nissa Liya Fitriya.  Ahmad tak berharap De Nissa Liya Fitriya memaafkan Ahmad karena permohonan maaf Ahmad tak akan mampu menghapus luka dan derita De Nissa Liya Fitriya saat itu… Namun tentang pemberitaan itu semuanya tidak benar…

Adapun kekecewaan, pilunya De Nissa Liya Fitriya biarlah Ahmad yang gantiin tuk menanggungnya karena De Nissa Liya Fitriya ga seperti itu adanya.

Mungkin De Nissa Liya Fitriya ga percaya bahwa Ahmadtak kan berhenti tuk mendoa’kan De Nissa Liya Fitriya semoga selalu:

  1. Dalam kebahagiaan yang De Nissa Liya Fitriya damba,
  2. Dalam kesehatan yang De Nissa Liya Fitriya upayakan, serta
  3. Dalam kesuksesan yang De Nissa Liya Fitriya cita-citakan.. Itu semua harus De Nissa Liya Fitriya raih saat ini sampai akhir nanti dikehidupan mendatang… آمِينَ يَا رَبَّ الْعَـلَمِين 
  4. Setelah kita selesai menuntaskan amanah kehidupan dari Allah Swt di dunia fana ini. Sebagai sesama muslim Ahmadberharap mudah-mudahan kita nanti bisa bertemu dan bersilaturahim lagi dalam kondisi yang lebih baik lagi di kehidupan mendatang..  آمِينَ يَا رَبَّ الْعَـلَمِين

Berbahagialah di sana doa’ku kan selalu menyertaimu.. Karena hanya doa’lah yang mampu mendampingimu disana… Percayalah…

Hanya doa’lah yang bisa Ahmad lakukan semoga De Nissa Liya Fitriya dapat meraihnya bersama kebahagiaan sejati yang De Nissa Liya Fitriya dambakan selama ini.   آمِينَ يَا رَبَّ الْعَـلَمِين

Begitulah alkisahnya, semoga dapat dijadikan sebagai bahan untuk bermuhasabah sehingga kita semua dapat meraih hikmahnya..    آمِينَ يَا رَبَّ الْعَـلَمِين

 

Iklan

Keberkahan Shalat Tahajjud dan Dhuha


Manfaat shalat dhuha akan semakin tampak jika kita melihat makna dari do’a dhuha. “Wahai tuhanku, jika rizki kita berada di langit maka turunkanlah, jika berada di dalam bumi keluarkanlah, jika sukar didapat permudahkanlah, jika kotor (haram) sucikanlah, jika jauh perdekatkanlah dengan kebenaran dhuhaMu, keagunganMu, keindahanMu, kekuatanMu, dan kekuasaanMu. Wahai Tuhanku datangkanlah padaku apa yang telah ditentukan sebagaimana apa yang telah engkau suratkan”.

Dhuha adalah shalat rizki, begitu pula do’anya adalah do’a rizki. Dengan begitu siapapun yang hendak dipermudah jalan rizkinya hendaklah mengerjakan shalat dhuha tiap pagi. Seperti yang dikisahkan Mardiana dengan istiqamah ia melaksanakan shalat dhuha tiap pagi, maka kemudian ia mendapat solusi keuangan keluarga. (halaman 117)

Ada banyak kisah yang di  dalamnya mengandung keagungan dan kemu’jizatan melaksanakan dua shalat sunnah; shalat tahajjud dan shalat dhuha. Disebutkan 30 kisah kemudahan yang tak dapat disangka-sangka berkat shalat tahajjud dan 30 kisah anugerah sebab melaksanakan shalat dhuha. Kesemuanya terdapat 60 kisah tentang keberkahan shalat sunnah ini. Wallu a’lam bisshawab.

bay Masdar Dari  Rinna Fauziah’sllalu Optimiss (kiriman fb)
Keberkahan Shalat Tahajjud dan Dhuha
Thu, 26/07/2012 – 02:41 WIB 

Ghadhul Bashar (Menundukan Pandangan)


Khususnya bagi Kaum Muslimin sudah selayaknya mampu Menundukan Pandangannya, karena dibalik  prilaku tersebut memiliki nilai terpuji, selain dapat menghindarkan kita dari fitnah “ Annafsi wa Hubuddunya” juga sifat Ghadhul Bashar ini  sangat diridhzai Allah Subhanahu Wa Ta a’laa. Dengan beristiqamah dalam sikap demikian  khususnya bagi yang mengamalkannya akan mendatangkan manfaat yang sangat besar bagi kemaslahatan diri dan umat.

Adapun manfaatnya bagi kita adalah:

  • Membersihkan hati dari Derita Penyesalan
  • Mendatangkan cahaya dan keceriaan di hati, wajah dan seturuh anggota badan.
  • Mendatangkan kekuatan firasat yang benar
  • Akan membuka pintu dan jalan ilmu serta memudahkan dalam mendapatkannya.
  • Mendatangkan kekuatan, keteguhan dan keberanian hati.
  • Mendatangkan kegembiraan, kesenangan dan kelapangan hati.
  • Membebaskan hati dari tawanan syahwat.
  • Menutup pintu-pintu neraka Jahannam.
  • Menguatkan dan mengokohkan akal
  • Membebaskan hati dari syahwat yang memabukkan dan kelalaian yang merugikan.

Semoga kita dapat beristiqamah dalam sikap Ghadhul Bashar   tersebut. Khususnya bagi yang mengamalkannya akan mendatangkan manfaat yang sangat besar bagi kemaslahatan diri dan umat. Aamiin…

 By Masdar; Sumber :Ta’lim Mingguan dan media cetak “Raudhatul Muhibbin – Ibnu Qayyim Al-Jauziyah
Jika ada tambahan content dalam bentuk apapun yang bertentangan dengan tema pembahasan yang admin maksudkan, itu semuanya bukan postingan admin mohon maklum adanya

Menyambut Tahun Baru hijriyah


Ingat lah saudara ku…..

Dalam hal Ilahiah..Mua’malah… dalam konten Hablu minnallah dan Hablu minnanas kiranya diantara sebagian kita termasuk penulis saat ini dengan kesibukan duniawi….. sudah melupakan prinsif yang sangat modern yang telah di gariskan Illahi jauh dulu ada sebelum para cendekia dan Ilmuan yang saat ini mendeklarasikan dirinya sebagai Orang terpintar, dan termodern saat ini…. Di Islam telah ada dan tercatat di Laumahfudz….menunjukan bahwa sampai akhir zaman nanti islam selalu abadi dalam kemodernannya…. terbukti dengan atikan angungnya bahwa untuk menjalani kehidupan yang modern setiap insan harus berpegang teguh pada pola pikir dan atikan ini…

Jika kehidupan kita hari ini sama dengan hari kemarin..berarti kita ini dalam kerugian, dan jika hari ini lebih jelek dari hari kemarin… berarti kita dalam kehidupan yang celaka…. Intinya dunia akhirat yang diwujudkan dalam perbuatan kita, sikap kita, ucap kita, amalan kita, keimanan kita…. juga yang lain…. harus lebih baik dari sebelumnya, termasuk kesejahteraan kita juga harus lebih baik dari sebelumnya.. tentunya dalam ridho Illahi. Inilah kunci kita dalam membenahi diri secara Islami

Kenapa demikian… Wahai saudaraku….sejak dulu sudah terbukti … bahwa Kefakiran akan mendatangkan kekufuran dan kekafiran….maka dari itu kita semua itu harus diimbangi dengan kesejahteraan, Ukhuah Islamiah,….kematangan I’lmu Dinnul Islam, ketauhidan,  amalan dan rutinitas yang lebih bermakna sehingga dapat menghijrahkan kita menjadi lebih bermakna dihadapan Ilaahi Rabbii…..

Menjelang akhir tahun ini mari kita bermuhasabah tentang, kesempatan hidup kita, tentang usia kita, tentang ilmu kita, tentang harta kita dan lain sebagainya. Sudah sesuaikah dengan apa yang seharusnya Allah Swt firmankan dalam Al-Quran atauka sebaliknya kita beraktifitas dan memanfaatkan amanah-Nya justru dengan mengingkari semuanya. Jika sudah seberapa ikhlaskah kita mengamalkannya?

Menyongsong datangnya Tahun baru Hijriah  mendatang mudah-mudahan kita mendapat hidayah tentang hijrah yang sesungguhnya sehingga kita secara istiqamah dapat menghijrahkan kita dari yang tidak baik menjadi baik, dari yang baik menjadi lebih baik, dari yang lebih baik menjadi pribadi yang mendapat kesempurnaan sebagai insan pilihan Ilaahi Rabbi … Amiin.

Namun ini semua tergantung dari kita. Maka dari itu, Wahai Sahabat….

Jika tidak sejak saat awal tahun Hijriah ini…. mau kapan kemaslahatan hidup ini kita raih?

Jika ada tambahan content dalam bentuk apapun yang bertentangan dengan tema pembahasan yang admin maksudkan, itu semuanya bukan postingan admin mohon maklum adanya

 

Sebagian Amalan di Hari Arafah, 9 Zulhijah


Bagi kaum Muslimin jangan terlewatkan untuk melakukan amalan di Hari Arrafah, 9 Zulhijjah untuk Shaum Arrafah yang mana manfaatnya sangat besar bagi kehidupan umat Muslim sejagat terutama dalam meraih ampunan Allah Swt, sebagai mana diterangkan dalam Al-Hadits   “ setahun kebelakang dan setahun ke depan mereka yang ikhlas bershaum di hari arafah dan memenuhi kriteria Allah Swt mereka akan mendapat pengampunan (dihapuskan) atas dosa-dosanya {terjamah bebas)…. Wallahu a’lam….


سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ

Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau menjawab, “Puasa itu menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun berikutnya.” (HR. Muslim)
Demikianlah keutamaan puasa Arafah: ia dapat menghapuskan dosa selama dua tahun. Yakni dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya.
Dalam bershaum jangan lewatkan untuk berdoa’ adapun doa’ yang dianjurkan sebagaimana diriwayatkan dalam Al hadits  yang menegaskan sebagai berikut


خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arafah. Dan sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir (Tidak ada Ilah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. MilikNyalah segala kerajaan dan segala pujian, Allah Maha Menguasai segala sesuatu).” (HR. Tirmidzi, hasan)
Oleh Masdar: dari berbagai sumber, sebelum revisi sebelumnya telah diterbitkan di FB, 
Jika ada tambahan content dalam bentuk apapun yang bertentangan dengan tema pembahasan yang admin maksudkan, itu semuanya bukan postingan admin mohon maklum adanya

Keutamaan aktifitas Menjelang Tidur Malam Hari.


Sebaik-baiknya kegiatan menjelang tidur tiada yang lebih baik dalam ridha Allah Swt, kecuali bermuhasabah diri tentang diri dan Ilaahii Rabbii, dengan diimbangi beristighfar, dan diakhiri melapalkan ayat suci Al-Qura’n atau sebalinya, tergantung mana dulu yang akan diamalkan, asalkan keduanya dapat diamalkan. Sebagai muslim hp jadikan media tasbih, chating jadikan “pepeling (basa Sunda) / Pengingat saling tukar nasihat” ….

Sebagai alternatif, Subbhanallah…

Al hadits menyatakan Keutamaan membaca Ayat-ayat suci Al Qura’n terutama dari surat Al Baqarah bilamana dibaca malam hari menjelang tidur dengan ikhlas lillaahita a’ la maka ini akan membantu memperlancar dan mempermudah urusan kita dengan tidak diduga-duga sebelumnya, karena dengan bersyukur kita akan merasa terpenuhi dari hakikat keberhasilan dan asa yang sungguh dirahmati Allah Swt seutuhnya, walaupun terkadang menurut akal kita itu bukan sebagai keberhasilan karena kita masih terselimuti ambisi. … Aamiin… Al hadits:

“Man qara a bil aa ya taini min aa khiri suuratil baqarati fii lailati kafataa hu”

Barang siapa membaca dua ayat (terakhir/ayat yang lain pun boleh) dari surat Al Baqarah di malam hari, maka kedua ayat itu mencukupinya. (HR. Bukhari dan Muslim)

Bertepatan dengan itu mari mulai malam ini kita amalkan mulai dengan ayat di bawah ini:

Lillaahi maa fissamaawaati wa maa filardhi, wa intubduu maa fii anfusikum au tukhfuuhu yuhaa sibkum bihillahu, fayaghfiru limayyasyaau’ wa yua’dzibu mayyasyaau’, wallaahu a’laa kulli syai in Qadiirun.

Aamanarrasuulu bimaa unzila ilaihi mirrahihii wal mu’minuuna, kullun aamana billaahi wa malaai’katihii wa kutubihii wa rasulihii, laanufarriqu baina ahadim mirrusulihii, wa qaaluu sami’naa wa atha’naa ghufraanaka rabbanaa wa ilaikal mashiiru.

Rabbanaa laa tu’ aakhidznaa innasiinaa au akhtha’na rabbanaa wa laa tahmil a’lainaa ishraan kamaa hamaltahuu a’lalladzina min qablina, rabbanaa walaa tuhammilnaa maa laa thaaqata lanaa bihii wa’fu a’nnaa waghfir lana warhamnaa anta maulaanaa fanshurnaa alaaqaumil kaafiriina. (QS. Al Baqarah 284-286)

Selanjutnya :
Jika Saatnya tidur tiba, mari berdoa’ “Bismika Allaahuma ahyaa wa biss mika Allaahuma Wa a’muut, Allaahuma aslamtu nafsii ilaika wa fawwazhtu amrii ilaika, walja’tu zhahrii ilaika, raghbatan warahbatan ilaika, laa malja a’ wa laa manjaa minka illaa ilaika. Aamantu bikitaa bikall ladzii anzalta wa nabiyyikall ladzii arsalta… Amiin

Jika memungkinkan baca / Lapalkan sampai kita tertidur:

  1. Ber-istighfar “Astagfirullah Al Adhziim”, secara berulang-ulang
  2. Ber- “Shahadat Tain” (Asysy hadzu al laa Ilaahaa illallaah, Wa asysy hadzu anna Muhammadarra sulullaah) berulang kali
  3. Ber-Tasbih ( Subhanallah lengkapkan dengan Lafadhz…”Wal Hamdulillah, Wa laa Ilaahaa Illallah, Wa Allahu Akbar”…) sebanyak mungkin. Hadits Muslim menerangkan bahwasanya “Seseorang yang membaca tabih seratus kali itu dituliskan baginya seribu kebaikan, dihapuskan baginya seribu dosa HR. Muslim”.  Bacaan tasbih ini tidak hanya menjelang tidur saja melainkan kapan pun dan di manapun dapat kita dawamkan walau pun dalam beraktifitas.
  4. Al Fatihah
  5. Ayat Kursyi
  6. Sepuluh ayat terakhir dari Surah “Al Baqarah”
  7. Al Ikhlas ( Qulhu allahu Ahad…)
  8. A Falaq (Qul a’u’dzu birabbil falaq..)
  9. Annas (Qul a’u’dzu birabbinas…)

Niscaya dengan rasa syukur insya Allah kita akan mendapatkan kebaikan yang tak disangka-sangka sebelumnya, dalam ridha-Nya. Aamiin

Nb:

Bagi kaum Muslimin jangan terlewatkan Senin, 14 Oktober 2013 bertepatan dengan Hari Arrafah, 9 Zulhijjah untuk Shaum Arrafah yang mana manfaatnya sangat besar bagi kehidupan umat Muslim sejagat terutama dalam meraih ampunan Allah Swt, sebagai mana diterangkan dalam Al-Hadits   ” setahun kebelakang dan setahun ke depan mereka yang ikhlas bershaum di hari arafah dan memenuhi kriteria Allah Swt mereka akan mendapat pengampunan (dihapuskan) atas dosa-dosanya {terjamah bebas)…. Wallahu a’lam….


سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ

Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau menjawab, “Puasa itu menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun berikutnya.” (HR. Muslim)

Demikianlah keutamaan puasa Arafah: ia dapat menghapuskan dosa selama dua tahun. Yakni dosa satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya.

Dalam bershaum jangan lewatkan untuk berdoa’ adapun doa’ yang dianjurkan sebagaimana diriwayatkan dalam Al hadits  yang menegaskan sebagai berikut


خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arafah. Dan sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir (Tidak ada Ilah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. MilikNyalah segala kerajaan dan segala pujian, Allah Maha Menguasai segala sesuatu).” (HR. Tirmidzi, hasan)

Oleh Masdar: dari berbagai sumber, sebelum revisi sebelumnya telah diterbitkan di FB, http://galeriafasyaartstudio.blogspot.com

Jika ada tambahan content dalam bentuk apapun yang bertentangan dengan tema pembahasan yang admin maksudkan, itu semuanya bukan postingan admin mohon maklum adanya

Mutiara Hati


Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang tersakiti, mereka yang mencari dan mencoba…meraih kemaslahatan hidup. Karena hanya mereka itulah yang menghargai arti penting persahabatan dari orang-orang yang pernah hadir dalam hidupnya….

 

Jika ada tambahan content dalam bentuk apapun yang bertentangan dengan tema pembahasan yang admin maksudkan, itu semuanya bukan postingan admin mohon maklum adanya