Muhasabah Syukur Ni’mat


Muhasabah…..
Suka cita bukanlah semata hanya karena yang disana ataupun disini tetapi dapat diraih karena hati… siap menerima realita dari apa yang telah diperbuat selama ini… yang terkadang terhadang dengan Mengapa?? dan kenapa?? sehingga kita lupakan yang seharusnya “Karena ane begini…. atau seharusnya ane begini….. bukan anda, ia, atau mereka begini…..”
Subbhanallah….
Ighfirlii Ya Rabb…
Wahai Sahabat yang Budiman….

Suka cita bukanlah semata hanya karena yang disana ataupun disini tetapi dapat diraih karena hati… siap menerima realita dari apa yang telah diperbuat selama ini… yang terkadang kita terhadang dengan sikap ingkar terhadap kenyataan tentang diri kita yang selalu menutupi kelemahan, keegoan, keserakahan dan sekian banyak lagi kekurangan diri sehingga bilamana kita gagal, kecewa, marah dan sekelumit keluhan lainnya. Karena kita tak mampu mensyukuri apa yang telah kita dapatkan. Pada akhirnya Kita selalu menutupinya dengan ungkapan Mengapa?? dan kenapa?? tanpa sadar bahwa itu salah kita. Wahai sahabat yang budiman Lontaran Pertantaan Mengapa dan Kenapa itu merupakan pertanyaan yang bilamana salah penggunaanya hanyalah untuk memojokan, mengorek kesalahan dan kelemahan orang lain supaya kesalahan dan kelemahan diri kita terlindungi. Memang sementara waktu hal ini dapat meredakan rasa kecewa, namun wahai sahabat, ini berselimutkan dosa dan beban yang setiap saat akan membelenggu kita yang jauh lebih berat, kecewa dan prustasi bukan mustahil ini akan mengakhiri semua apa yang telah kita perjuangkan selama ini. Na’U’dzubillahi min dzalik….

Wahai sahabat budiman mari kita renungkan Mengapa yang seharusnya kita lontarkan “Karena ane begini…. atau seharusnya ane begini….. bukan anda, ia, atau mereka begini…..”

Subbhanallah…. wahai sahabat inilah sebagian ma’na kehidupan yang sesungguhnya dikala kita dihadapkan pada permasyalahan tentang kehidupan, baik bagi remaja, maupun para orang tua, bilamana kita mampu menjalaninya dalam syukur niscaya kebahagiaan akan tercapai tanpa kecewa dan gundah gulana…

Ya, Rabbii ikhlaskanlah hamba dlm Takdir-Mu jikalau doa’ hamba tak berkenan tuk mengubah apa yang telah Engkau gariskan atas hamba dari qadha dan qadzar-Mu.. Sebagaimana telah engkau janjikan…
Karena hamba tak layak tuk mendapatkannya, namun tanpa seizin-Mu hamba tak’kan mampu menjalaninya…
Amiin…

by:Masdar
Jika ada tambahan content dalam bentuk apapun yang bertentangan dengan tema pembahasan yang admin maksudkan, itu semuanya bukan postingan admin mohon maklum adanya

Tinggalkan Pesan Anda di sini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: