PEMBIBITAN CANGKOK


Pada pembahasan terdahulu hal ini telah di bahas termasuk perbedaan antara Pembibitan Alami dan buatan. Tetapi untuk mengingatkan kembali mari kita renungkan kembali.

Jika proses pembibitan ini terhenti. Apa yang terjadi ? Dampaknya ?

Pembibitan dapat terjadi secara alami dan buatan. Pembibibtan alami dapat terjadi secara Genotif, sedangkan secara buatan dapat terjadi secara Vegetatif (Cangkok, Stek Batang, stek Daun, Okulasi, Sambung Pucuk, Runduk)

Pembibitan Alamiah biasanya terjadi tanpa campur tangan manusia, terjadi melalui biji, tunas, spora. Sedangkan pembibitan buatan terjadi karena campur tangan manusia, ini artinya jika manusia tidak melakukan kegiatan pembibitan maka pembibitan ini tidak akan ada.

Mencangkok termasuk cara pembibitan Vegetatif. Mencangkok merupakan proses untuk memperbanyak bakal tanaman baru dengan cara menumbuhkan akar pada bagian cabang batang tanaman berkambium yang dicangkok . Pembibitan dengan cara dicangkok hanya dapat dilakukan pada jenis tanaman ber kayu dan berkambium.

Bahan yang digunakan untuk mencangkok, diantaranya:

  • Berbagai jenis tanaman berkayu dan berkambium seperti Bungur Jepang (Lagerstroe mia Indica L.), Jambu Air, Mangga, blimbing, jambu Biji dll.
  •  Tanah Gembur, Pupuk Kandang
  • Pisau tajam, Gergaji
  • Pembungkus ijuk/sabut kelapa/plastic, Tali pengikat, Kantong Plastik/Polibag, Kain.

Langkah-langkah mencangkok :

  • Memilih cabang batang yang lurus berdiameter ± 2 cm, panjang cabang ± 1 meter
  • Sayat kulit cabang terpilih secara melingkar pada dua tempat dengan jarak 3-5 cm, kemudian kelupaskan kulitnya
  • Setelah terkelupas kulitnya, kelupaskan pula kambiumnya, yang tertinggal hanya daging kayu.
  • Keringkan bagian hasil kelupasan cambium tersebut selama ± 5 hari
  • Bungkuslah hasil kelupasan tadi dengan sabut kelapa/injuk lalu ikat caranya Siapkan pembungkus cangkokan lalu ikat bagian bawahnya, Setelah itu masukan tanah/humus kedalamnya, lalu ikatlah ujung atasnya
  • Rapihkan hasil pencangkokan tersebut.
  •  Jagalah kelembaban tanah dalam cangkokan tersebut
  • Tunggu dan amati hasil cangkokan sampai dua bulan untuk menghasilkan akar yang baik Jika akar  telah sempurna potonglah cangkokan tadi
  • Hasilnya harus disemai dulu dalam polibag berlubang simpan di tempat teduh sampai melewati masa pemulihan, setelah itu boleh dipindah ke tempat yang terang terik matahari
  • Sekarang siap di Tanam di media tanam permanen.

Keuntungan Pembibitan dengan Cangkok:

  • Sifat generasi tanaman sama dengan induknya
  •  Tanaman hasil cangkokan lebih cepat berbuaki batang rang relative kecil sehingga tidak memerlukan ruang yang luas
  •  Tanaman hasil cangkokan memilik

Kerugian Pembibitan dengan Cangkok:

  •  Tanaman tidak tahan kering
  • Akar tanaman bukan bukan akar tunggang sehingga mudah roboh
  •  Pembibitan dengan cangkok tidak dapat diperbanyak dalam jumlah yang besar.

Contoh:

Cara-cara mencangkok pohon jambu

Mencangkok atau okulasi adalah teknik pengembangbiakan tanaman yg sangat cocok utk di tanam di dalam pot. Di samping karena qualitas buahnya terjaga sama spt induknya juga nantinya pohon tumbuh tidak terlalu tinggi. Pohon yg dikembangbiakan dg teknik cangkok tidak akan mempunyai akar tunggang.
Tanaman yg dapat dicangkok adalah tanaman buah berkayu keras atau berkambium. Contoh : Mangga, jambu, jambu air, jeruk, dll.

Alat-alat yg diperlukan :

  • Pisau yg kuat dan tajam.
  • Serabut kelapa atau plastik kresek.
  •  Tali atau karet ban dalam bekas.
  • paku panjang 10 cm.
  • Ember atau apa saja media lain utk menampung air.
  • kursi/tangga/stegger, jika cabang terlalu tinggi.
  • Campuran tanah subur : Pupuk kandang : serabuk gergaji perbandingan 1    per 1

Langkah-langkah mencangkok :

 

  • Pertama, pastikan bahwa induk semang tanaman adalah dari varietas unggul, agar hasilnya nanti adalah bibit unggul juga.
  • Tentukan cabang yg lurus dan cukup besar agar nanti pohon cukup kuat utk mandiri. Kira-kira sebesar pergelangan tangan anak atau berdiameter 3 cm.
  • Selanjutnya, kerat pangkal cabang menggunakan pisau. Kerat sekali lagi dari keratan pertama berjarak sekitar satu kepalan tangan atau 5 cm.
  • Buang kulit antara keratan tadi.
  • Setelah kulit kayu bersih, kerok lendir/getah sampai bersih dan kayu tidak licin lagi.
  • Ambil serabut kelapa atau plastik secukupnya ikat bagian bawah dulu.
  • Bentuk sedemikian rupa sehingga membentuk penampung, isi dengan campuran tanah yg sudah dipersiapkan. Isian harus cukup padat dengan cara ditekan-tekan.
  • Ikat bagian atas serabut atau plastik dan pastikan campuran tanah tertutup rapat.
  • Buat lubang-lubang utk pembuangan air berjarak 1 cm antar lubangnya (jika medianya adalah plastik).
  • Siram air sampai air menetes dari cangkokan.

Tunggulah sekitar 4-6 minggu sebelum cangkokan siap dipisahkan dari induknya. Ingat selalu utk menyirami cangkokan setiap pagi dan sore hari. Utk memastikan bahwa tanaman yg dicangkok sudah jadi, check apakah sudah keluar akar yg cukup banyak, biasanya sampai menembuas plastik atau serabut pembungkus.
Jika kondisi ini sudah memenuhi syarat, potong tanaman dari induknya. Sebaiknya memotong menggunakan gergaji agar tanaman tidak rusak.
Kurangi daun dan ranting. sisakan beberapa lembar daun saja.

Selamat Mencoba ya………

P4LH

Oleh Bizisartstudio dari berbagai sumber

Tinggalkan Pesan Anda di sini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: