Planing Kegiatan Pameran Seni Rupa


PRINSIP PERENCANAAN (PLANING)

Prinsip Planing (Perencanaan) adalah suatu proses awal untuk menetapkan apa yang ingin dicapai dan bagaimana cara pencapaiannyaPerencanaan dari suatu kegiatan biasanya dibuat secara tertulis dalam bentukProposal.

Proposal Pameran biasanya berisi tentang ketentuan-ketentuan mengenai:

  1. Tema Pameran
  2. Rencana Kegiatan
  3. Program kegiatan
  4. Ketentuan Tempat dan Waktu Kegiatan termasuk penyediaan Sapras

SARANA DAN PRASARANA PENDUKUNG KEGIATAN PAMERAN

Sapras: Merupakan Sarana dan Prasarana Pendukung Kegiatan Pameran beberapa diantaranya adalah:

  1. Kartu Undangan Pameran
  2. Katalog kegiatan berupa buku kecil atau Brosur yang isinya Informasi tentang :
  • Kegiatan Pameran (Tempat dan Waktu pelaksanaan Pameran),
  • Data Karya yang dipamerkan dilengkapi dengan komentar tentang karya,
  • Biodata Seniman yang berhubungan dengan kepentingan Pameran.

PAMERAN /PERGELARAN ATAU PERTUNJUKAN

Pada dasarnya ketiga istilah tersebut memiliki pengertian yang sama yaitu kegiatan untuk memperlihatkan sesuatu kepada orang lain. Adapun yang membedakan istilah-istilah tersebut adalah Objek yang diperlihatkannya, karena kalau:

  1. Dalam kegiatan Pameran Objek yang diperlihatkannya berupa benda statis (benda buatan manusia saja) sedangkan
  2. Pertunjukan atau pergelaran objek yang diperlihatkannya selain benda dapat juga berupa Makhluk hidup yang dinamis termasuk Manusia sebagai subjek pelaku yang menampilkan kebolehannya. Contoh: Pertunjukan Pencak Silat, Pergelaran Wayang Orang, Pertunjukan seni Tari.

JENIS-JENIS PAMERAN KARYA SENI RUPA

Dapat dibedakan menurut:

  1. Menurut jenis dimensi karya:
  • Pameran karya seni dua dimensi. (Berupa karya seni pada bidang datar seperti Gambar, lukisan, seni Grafis) Karya ini hanya dapat diamati dari satu arah.
  • Pameran karya seni tiga dimensi. (Berupa karya seni yang memiliki Volume/kesan Ruang yang sebenarnya yaitu memiliki ukuran PxLxT). Karya seni ini dapat diamati dari berbagai arah.
  1. Menurut keanekaragaman Jenis Karya Seni yang di Pamerkan, terdiri atas:
  • Pameran Heterogen (Pameran yang memperlihatkan beberapa jenis karya yang berbeda <campuran> yang dipamerkan dalam satu kepanitiaan, waktu dan tempat yang sama)
  • Pameran Homogen (Pameran yang memperlihatkan satu jenis karya saja)
  1. Menurut Tempat yang digunakan untuk Pameran, terdiri dari:
  • Pameran In Door (Pameran yang dilaksanakan di dalam ruangan)
  • Pameran Out Door (Pameran yang dilaksanakan di luar ruangan)
  1. Menurut banyak sedikitnya Pelaku/Seniman yang berpameran, terdiri atas:
  • Pameran Tunggal (Pameran Karya yang dibuat oleh seorang Seniman)
  • Pameran Kelompok (Pameran Karya yang dikumpulkan/dibuat dari beberapa Seniman)

FUNGSI PAMERAN

Kegiatan Pameran dan pergelaran memiliki manfaat atau pungsi yang dapat dirasakan langsung maupun tidak langsung.

Manfaat/Fungsi Pameran secara langsung yakni berupa:

  1. Media Ekspresi (Expression) yakni dengan melakukan pameran maka ide, gagasan dan kemauannya dapat tersalurkan / tercurahkan.
  2. Media Komunikasi yakni melalui kegiatan berpameran seniman dapat menyampaikan ide, gagasan, dengan pesan simbolik yang diwujudkan dalam bentuk karya seni.
  3. Media Prestasi atau Pengembangan bakat. Yakni melalui kegiatan pameran setidaknya Seniman dapat menciptakan situasi yang mendukung sehingga bakat yang terbawa sejak lahir akan berkembang menjadi lebih baik lagi. Maka dengan kegiatan Pameran seniman akan terukur sejauh mana tingkat keberhasilan yang ia peroleh dari pengakuan masyarakat.
  4. Media Apresiasi yakni dengan diadakannya kegiatan ini maka pameran akan membuka peluang untuk bagi masyarakat untuk melakukan kegiatan Apresiasi.

Apresiasi merupakan Totalitas konsentrasi kita terhadap suatu kegiatan dengan melakukan Pengamatan, Penghayatan, guna memberikan Tanggapan baik atau kurang atas penilaian dari suatu karya atau kegiatan demi tindakan Pelestariannya

Ada Tiga Unsur Pokok yang terlibat dalam kegiatan Apresiasi, yakni:

  1. Unsur Seniman (Kreator/Pembuat Karya Seni). Seniman dapat juga berfungsi sebagai Komentator.
  2. Unsur Karya Seni
  3. Unsur Pengamat (Apresiator/Komentator). Unsur ini terdiri atas kelompok:
  • Masyarakat Awam sebagai Pengunjung Pameran
  • Kritikus Seni

UNSUR KOMENTATOR

Unsur Komentator dapat dibedakan dari siapa yang memberikan komentar atas permasalahan tersebut, Seperti:

  1. Komentar dari Si Pembuat Karya, Komentar semacam ini lebih bersifat Pertanggung-jawaban atas alasan-alasan yang melatar belakangi kenapa ia membuat karya tersebut. Alasan semacam ini dalam kajian Seni Murni yang bermuatan “Art Study” lebih dikenal dengan sebutan “Alasan Philosofis” berkarya seni.
  2. Komentar dari Pengunjung/Pengamat dari lingkungan Masyarakat Awam, Komentar dari masyarakat Awam ini lebih bersifat kasap Mata, yakni mereka menilai baik buruknya suatu karya berdasarkan penglihatan saja. Jadi bagi mereka lebih menghargai karya-karya yang elok dengan ke-Natural-annya.
  3. Komentar dari Kalangan Ahli Seni dan Kritikus. Mereka memberikan tanggapan berdasarkan kajian Keilmuan, Kejiwaan, dan landasan Philosofis, dengan melibatkan totalitas Emosional, Rasio dan Logika, jadi tidak hanya mengandalkan kasap mata saja.

PERSIAPAN PELAKSANAAN PAMERAN

Salah satu kegiata yang bisa dilakukan adalah Membuat Karya dulu.

Membuat Karya Seni Lukis dapat dilakukan dengan:

  1. Menentukan Objek lukisan.
  2. Menentukan Bobot Nilai Fungsi Sini, dalam kajian:
  • Fungsi Seni Murni (Nama lainnya Fine Art/Fure Art)
  • Fungsi Seni Terapan (Nama lainnya Applide Art/Usefull Art)

MENENTUKAN OBJEK LUKISAN

Objek lukisan dapat dikelompokan atas empat kelompok utama, yakni;

1.   Style Life (Gambar Alam Benda)

Berupa gambar benda-benda mati dan tumbuhan yang dibuat secara “Clouse Up” dari bagian objek  yang kita gambar.(Gambar Cuplikan dari Objek tertentu).Teknik penggambaran dengan cara  Clouse Up sangat cocok oleh seorang seniman/seseorang yang memiliki daya pemikiran tipe “Haptik” karena ia mampumenguasai teknik penggambaran dengan garapan detail yang lebih teliti, sehingga karakter objek akan lebih tampak.Adapun kebalikannya bagi orang yang selalu menggambarkan objek dengan bentuk kecil-kecil secara samar dan menampilkan penggambaran dialam terbuka atau ia menggambarkan semua yang ia lihat dalam satu bingkai gambar. Orang semacam ini memiliki Tipe Visual. Orang yang bertipe demikian lebih cocok untuk berkarya seni Lukis Scape (Pemandangan).

2.   Lukisan beronjek Scape, dapat dibedakan atas:

  • Objek Land Scape (Pemandangan Alam Terbuka Desa, Pegunungan)
  • Objek City Scape (Pemandangan Alam Perkotaan)
  • Objek Sea Scape (Pemandangan Alam Perairan) Seperti; Pemandangan Danau, Sungai atau Laut.

3. Objek Lukisan Human Figure (Lukisan Manusia)

4. Objek Lukisan Animal Figure (Lukisan Binatang)

Dalam kegiatan melukis bila kita sudah terlanjur menyenangi, walaupun sebenarnya fisik kita sudah merasa lelah akan tetapi kita akan terus berkarya karena hati kita sudah terlanjur merasa senang dengan apa yang sedang kita lukis. Oleh karena itu kegiatan melukis dapat dijadikan sebagai media untuk berekspresi (Media Ekspresi / Media Expression)

Menentukan kecenderungan bobot apakah termasuk karya seni yang bernilai seni murni atau kah sebagai seni terapan dapat kita amati dari ciri-cirinya. Adapun ciri-ciri yang dimaksudkan adalah sebagai berikut:

a.   Seni Murni (Fine Art/Fure Art)

Karya seni ini lebih menekankan pada segi nilai ekspresi/pencurahan emosional dan landasan-landasan Philosofis yang diwujudkan dalam bentuk karya. Hal ini berarti dalam proses berkarya Seni Murni tidak menekankan pada nilai guna/fungsi secara fisik(lukisan untuk Penyekat ruangan dll) dari karya yang dibut, karena jenis ini merupakan cirri utama dari karya seni terapan.

b.  Seni Terapan (Applide Art/Usefull Art)

Karya semacam ini yaitu jenis karya yang dibuat dengan pertimbangan nilai kegunaan/fungsi fisiknya dapat dimanfaatkan untuk apa nantinya. Seperti Kraya seni Ukir Kursi Jepara untuk duduk,  Karya Patung untuk unsur dekorasi Taman dll.

Semua karya Seni Terapan selalu mempertimbangkan teknik pewarnaan, pengolahan bentuk yang proporsional. Pewarnaan disesuaikan dengan selera pemesan. Hal ini berbeda dengan teknik garapan pada Seni Murni. Segi pewarnaan dalam seni murni harus memahami karakter dan sifat-sifat warna yang akan kita gunakan. Sebagai contoh Alat warna dapat dibedakan sifatnya atas sifat yang menutup (Opaque) dan sifat tidak menutup (Transparan) 

Sifat yang menutup (Opaque) dapat kita jumpai dari media lukis Cat Minyak, Aqrikic, Krayon dll. Sifat tidak menutup (Transparan) dapat kita jumpai dari media lukis Cat Air.

Finishing teknik pewarnaan dari media lukis diatas dapat dilakukan dengan cara:

  1. Proses dan Finishing Kering (Teknik Wet) biasanya langsung menggunakan media Pensil warna atau kerayon dan media sejenisnya yang dapat dipakai tanpa dicampur dulu dengan bahan pengencer.
  2. Proses dan Finishing Basah (Teknik Dray), biasanya menggunakan media lukis yang dalam penggunaanya memerlukan bahan pengencer terlebih dahulu. Media lukis pada teknik ini dapat kita gunaka seperti media Cat Minyak, Cat Air, Aqrilic, Cat Poster dll yang sebelum dipakai harus di campur air dulu.
  3. Proses Kering dan Finishing Basah (Teknik Wet Dray), biasanya dilakukan dengan cara kita melukis dulu dengan media kering (tarohlah kita menggunakan Pensil Warna Merk Luna) dikerjakan sampai selesai. Akan tetapi kita tidak merasa puas dengan apa yang telah kita dapat dari lukisa pensil tersebut. Maka kita menyempurnakannya lagi dengan alat Bantu kuas kemudian ujung kuas dicelupkan ke air lalu dipulaskan sesuai dengan bentuk objek gambar tadi. Maka akan kita dapatkan corak gambar baru, yang mungkin coraknya lebih bagus dan sesuai dengan apa yang kita inginkan.

by:bizisartstudio dari berbagai sumber

Tinggalkan Pesan Anda di sini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: