Reklame


REKLAME

Secara umum Reklame merupakan cabang keilmuan dari Bahasan Seni Rupa, kategori Desain Grafis. Dalam perkembanganya sekarang ini, reklame lebih dikenal orang dengan istilah DKV.  Perubahan istilah ini sangat signifikan dan mudah diingat terutama di kalangan kampus, university, dan perguruan tinggi lainnya.  Apalagi saat ini Reklame / Desain Grafis ini walau dalam bentuk DKV di perguruan tinggi, universitas tertentu sudah di jadikan Fakultas atau paling tidak sudah dijadikan Jurusan Desain Komunikasi Visual, walaupun ditinjau dari segi bahasa terkesan dipaksakan untuk penamaan ini yakni terjemahan dari “Visual Comunication Design”

Bahkan sudah tidak asing lagi kalau dikalangan mahasiswa saat ini, jika mereka lebih asing dengan istilah lama Reklame, ketimbang istilah DKV, yang mana di era 80-an istilah reklame dan Desain grafis ini lebih dikenal dikalangan kampus dan masyarakat luas. Secara etimologi Reklame berasal dari kata Re dan Clamare (Latin)  Re (Kembali/ diulang), dan Clamare (Seruan, ajakan himbauan)

Kalau kita kembali pada sejarah masa lalu tentang reklame, tidak salah kalau kita sedikit bahas tentang reklame ini. Secara umum reklame itu sendiri merupakan media promosi, atau iklan wujudnya berupa poster, selebaran, spsnduk, baligho, media cetak, media tayang, media penyiaran.  Salah satu proses pengadaannya melalui proses Desain Grafis.

Ketika kita hendak mendesain sebuah reklame tidak perlu memikirkan rancangan yang terkesan elit atau elegan, akan tetapi kita harus menerapkan prinsif pembuatan reklame yang wajar saja. Baik itu desain poster  Selebaran, spanduk Semua jenis reklame harus memenuhi prinsif pembuatan reklame.

Prinsif pembuatan reklame diantaranya :

–    Pemilihan huruf yang tepat (mudah terbaca dari jarak jauh, Karakter hurufnya harus seimbang sebab setiap kelompok huruf memiliki perbandingan lebar dan tinggi yang berbeda. Secara umum huruf balok terbagi tiga kelompok yakni :

  1. kelompok 5;5 {M,W},
  2. kelompok 3;5 ABCDEFGHJKL NO PQRSTUVXYZ}
  3. Kelompok 1;5 {i})

–    Pemilihan kata yang tepat

–    Pemilihan kaliamat yang efektif

–    Pemilihan gambar yang sesuai dengan pesan yang akan disampaikan.

Jadi kalau kita hendak membuat reklame apapun jenisnya prinsif diatas harus kita penuhi. Hal ini penting sekali mengingat tujuan yang paling prinsip dari pembuatan reklame adalah untuk memberitahukan sesuatu tentang product yang akan kita promosikan kepada masyarakat. Baik dengan cara-cara modern ataupun dengan cara reklame tradisional

Mengenai tujuan pembuatan reklame dapat kita bedakan dari sifat kepentingannya yakni kepentingan untuk komersial yakni reklame yang digunakan untuk mencari keuntungan materi dan yang lainya untuk kepentingan social / non komersial yakni reklame yang digunakan hanya untuk menolong/kepentingan orang banyak, bukan untuk mencari keuntungan materi}.

Ciri-ciri reklame Non-Komersial yakni :

  1. Beritanya bersifat objektif
  2. Memiliki tingkat kejujuran yang dapat dipertanggung-jawabkan.

Hal ini memiliki tingkat kepercayaan yang benar adanya. Selain itu ada juga istilah lain yakni Reklame Tradisional dan Reklame Modern. Adapun yang dimaksud dengan reklame Tradisional yaitu jenis reklame yang disampaikan secaraTradisional, biasanya dilakukan secara langsung seperti yang dilakukan oleh orang dulu dalam mengiklankan dagangannya dengan cara berteriak menyebutkan nama barang dagangannya, atau dengan bahasa isyarat seperti dengan membunyikan kentongan, memukulkan sendok pada mangkuk atau dengan cara lain yang lajim dilakukan oleh orang-orang zaman dulu lainnya. Pokoknya masih banyak cara lain yang bias dilakukan, yang paling penting meskipun dilakukan dengan cara sederhana asalkan pesannya dapat dimengerti orang banyak.

Adapun jenis reklame yang dilakukan secara modern biasanya melalui media cetak dan elektronika. Istilah penyampaian secara modern dalam perkembangannya dikenal orang sebagai Reklame Post-Modern. Dalam perkembangan dewasa ini ada istilah Reklame terbaru, terkini, termodern dikenal orang sebagai Reklame Kontemporer.

B. DEVINISI  REKLAME

Istilah reklame di Indonesia bukan merupakan istilah baru, karena dikalangan masyarakat telah lama menganal istilah ini. Istilah Reklame merupakan Istilah yang diadopsi dari Bahasa Latin Yakni dari perkataan RECLAMARE. Perkataan ini merupakan gabungan dari kata RE dan Clamare. Re artinya kembali atau diulang dan Clamare berarti Seruan, Ajakan atau pemberitahuan. Kemudian dalam kepentingan periklanan di negeri kita dikenal dengan Istilah Reklame. Adapun yang dimaksud dengan Reklame adalah Seruan untuk pemberitahuan, ajakan atau himbauan dari penghasil jasa yang dilakukan secara berulang-ulang supaya masyarakat menuruti apa yang diserukan dalam iklannya.

C. TUJUAN  REKLAME

Secara umum semua jenis Iklan / Reklame pada dasarnya mertujuan untuk mempromosikan  barang atau jasa yang ia produksi supaya masyarakat menggunakan barang atau jasanya dengan harapan akan mendapat keuntungan laba / materi dari hasil penjualan barang atau jasanya.

  1. JENIS-JENIS REKLAME

Secara umum dapat dibedakan menjadi tiga golongan yakni :

  1. Reklame Visual (Poster adalah Reklame yang cara penyampaiannya kepada masyarakat dengan cara ditempelkan, biasanya satu buah reklame diperuntukan untuk orang banyak). Selebaran adalah Reklame yang langsung dibagi-bagikan oleh petugas marketing, sebuah selebaran untuk seorang konsumen. Spanduk adalah Reklame yang terbuat dari kain yang disampaikan dengan cara direntangkan diatas pusat keramaian, seperti disamping gedung,dipersimpangan jalan dengan cara diikat bagian ujung kainnya pada tiang yang telah dipersiapkan.
  2. Reklame Audio
  3. Reklame Audio-Visual

 Untuk diingat

Spanduk dibuat dari kain direntangkan diatas pusat keramaian, atas gedung, dipersimpangan jalan, diikat bagian ujung kainnya pada tiang yang telah dipersiapkan

Elit atau elegan maksudnya yaitu Tampilan yang mewah

Poster : Reklame yang disampaiakan kepada masyarakat dengan cara ditempelkan, Poster : satu buah poster untuk orang banyak

Selebaran : Reklame yang langsung dibagi-bagikan oleh petugas marketing, Sebuah selebaran untuk seorang konsumen),

Spanduk dibuat dari kain direntangkan diatas pusat keramaian, atas gedung, dipersimpangan jalan, diikat bagian ujung kainnya pada tiang yang telah dipersiapkan

Reklame komersial yakni reklame yang digu- nakan untuk men- cari keuntungan materi/ Laba yang sebesar-besarnya.

Reklame non komersial yakni reklame yang digunakan untuk menolong/kepenti-ngan orang banyak  bukan untuk men- cari keuntungan materi.

Reklame Tradisional yaitu reklame yang disampaikan secaraTradisi, biasanya dilakukan cara berteriak bahasa isyarat, memukul kentongan mangkuk dll pokoknya serba sederhana.

Reklame Modern melalui media cetak dan elektronika.

Reklame Kontemporer.  Reklame terbaru, terkini, termodern

Istilah Reklame dari Bhs Latin Gabungan dari kata RE dan Clamare. Re artinya kembali/diulang dan Clamare =Seruan

Reklame:Seruan untuk pemberitatahuan Ajakan/pemberitahuan yang dilakukan secara berulang supaya rakyat mengikuruti apa yang diserukan dalam iklannya.

Penulis: Masdar,Agus; dari berbagai sumber


Tinggalkan Pesan Anda di sini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: