APRESIASI BATIK


APRESIASI BATIK 

Batik merupakan karya seni tradisi yang berkembang sejalan dengan perkembangan peradaban bangsa. Bangsa Indonesia sangat kaya dengan seni batiknya. Hampir seluruh pelosok daerah di nusantara setiap daerah memiliki budaya berkarya batik. Di Sumatra terkenal dengan ragam batinya, dengan sangat kaya, karena Sumatra barat, Sumatra timur, Sumatra selatan sampai saat ini budaya membatiknya masih lestari keberadaannya. Begitu pula daerah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusatenggara, dan jawa.

Khusus daerah jawa merupakan pusat batik yang boleh dikatakan sebagai pionirnya batik nusantara, terutama daerah Jogjakarta, solo, Cirebon, garut.

Pengertian

Bicara mengenai apresiasi seni batik kita harus mengetahui terlebih dahulu pengertiannya dan yang terpenting adalah mengetahui apa manfaat dan tujuan dari Apresiasi tersebut.

Menurut Feledman, 1981 menjelaskan bahwa apresiasi bukanlah proses pasif, ia merupakan proses aktif dan kreatif agar secara efektif mengerti nilai suatu karya seni yaitu untuk mendapatkan pengalaman estetika. Hal ini sejalan dengan pendapatnya “Jhon dewey (1934), yang menyatakan bahwa apresiasi merupakan pengalaman yang dihasilkan dari penghayatan karya”

Berdasarkan teorinya para ahli seni diatas, dapat di simpulkan bahwa untuk dapat mengapresiasi karya seni kuncinya kita harus mampu menghayati makna baik secara teknis, karakteristik karya, maupun secara estetik, mutlak harus kita kuasai.

Penjelasan lain mengatakan dengan menguasai penghayatan terhadap suatu karya maka kita akan mampu melakukan tindakan apresiasi.  Dalam arti sesungguhnya penghayatan akan memunculkan kegiatan emosional tertentu untuk dapat mengemukakan penilaian tentang baik buruknya, menarik tidaknya, indah tidaknya dari tampilan suatu objek karya seni. Apresiasi merupakan aktifitas mata dan hati dalam menyikapi dan memberikan penilaian pada suatu objek, termasuk didalamnya objek karya seni batik.

Langkah-langkah kegiatan untuk mengapresiasi karya seni Batik :

  1. Melihat atas dasar mau

  2. Mengamati

  3. Menanggapi

  4. Memberikan Penilaian

  5. Melestarikan

Pembahasan

-Melihat atas dasar mau.

Dalam kegiatan ini belum ada hasil yang didapat sebagai hasil yang nyata (tindakan apresiasi yang paling rendah)

-Mengamati

Dalam kegiatan ini secara konkrit dapat di dengar atau dibaca belum ada wujudnya, namun dalam kegiatan ini sudah Nampak sikap apresiasi dari si pengamat sudah mulai terbuka hatinya, perhatiannya untuk merespon pesan dari objek yang sedang diamati.

-Menanggapi

Sikap apresiatif yang sudah mulai diwujudkan dalam bentuk perkataan, atau pun tulisan

-Memberikan Penilaian

Wujud Sikap apresiatif yang diwujudkan dalam bentuk perkataan, atau pun tulisan dan dapat dipertanggung jawabkan secara hokum. Karena penilaian apresiasi akan berdampak bisa baik dan juga sebaliknya, terutama dalam upaya pelestarian.

-Melestarikan

Melestarikan merupakan wujud apresiasi tingkat akhir karena melestarikan itu merupakan tujuan akhir dari sikap apresiasi.

Tujuan dari Tindakan Apresiatif

Tujuan utama dari sikap apresiatif seni Batik adalah tercapainya pelestarian seni batik (Seluruh objek yang diapresiasi.

Istilah dalam membatik

  • Canting

  • Dingklik

  • Isen

  • Malam

  • Lorodan

  • dll

Penulis Bizisartstudio by Masdar  dari berbagai sumber.

Jika ada tambahan content dalam bentuk apapun yang bertentangan dengan tema pembahasan yang admin maksudkan, itu semuanya bukan postingan admin mohon maklum adanya

Tinggalkan Pesan Anda di sini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: